Skip to main content

Why Tales Series

All About Tales Series


Entah dengan yang lain. Bagi ku, Tales Series telah menjadi dongeng pertama yang membuat ku jatuh cinta pada genre fantasi.

Berawal dari Tales of Eternia yang pernah ku mainkan di console PlayStation generasi pertama (yang kalau sudah tidak layak mata laser membaca cd game nya, harus dibuka dan diputar dulu kasetnya, dan segala mitos tentangnya*duh). Sayangnya semua harus terhenti di series ke tiga itu.

Tentang Tales Series sendiri, dikembangkan oleh salah satu developer ternama di bidangnya, Bandai Namco (sebelumnya Namco Tales Studio/Wolf Team). Memulai debut di tahun 1995 dengan sang kreator Yoshiharu Gotanda. Yang membuatnya menakjubkan, Tales Series ini salah satu franchise yang rajin menelurkan kisah-kisah terbarunya hingga yang teranyar (Tales of The Rays, 2017), senada dengan franchise Final Fantasy Series. Bahkan, mengikuti perkembangan zaman, Tales Series pun merambah ke console android dan iOS.

Nah, di android inilah kenangan akan Tales Series kembali menyeruak ke permukaan. Aku yang karena keterbatasan hingga tidak mampu menyelami semua dongeng Tales Series ini kembali menemukan Rays-nya*plak. 

The Reason


Blog ini sebenarnya ditujukan untuk ku pribadi. Untuk mengenang kembali dongeng-dongeng Tales Series. Serta untuk menuntaskan semua cerita yang tidak pernah terjamah akibat keterbatasan. Tapi sebagai seorang penulis, aku juga ingin cerita dongeng Tales Series ini diketahui para fan fiction dengan genre fantasy.

Mungkin ada di antaranya nanti yang bisa menjadi teman diskusi atau sekedar berbagi rasa tentang bagaimana tenggelam dalam lautan Tales Series ini sendiri. Yang pasti, setiap cerita dibentuk untuk diketahui dan dikenang dengan caranya tersendiri.

Jadi... Maukah menemani ku memasuki dongeng pertama dari seri ini?

***

Sumber :

http://tales-of.wikia.com/wiki/Tales_of_Wiki

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Tales_(series)

Comments

Popular posts from this blog

TALES OF PHANTASIA Prolog Di waktu yang tak diketahui. Keadaan yang cukup pelik menekan Dhaos ketika dia menghadapi empat pejuang tangguh yang bertujuan untuk mengalahkannya sekali untuk selamanya. Terdesak, Dhaos tidak mempunyai pilihan lain selain mundur dari pertarungan tersebut. Di saat-saat terakhir, dia melihat kesempatan. Dengan sisa kekuatannya, Dhaos menggunakan kemampuannya untuk melompati waktu, menuju masa yang lebih jauh ke depan. Dhaos berhasil menghindari pertarungan tersebut. Namun, di waktu yang lain itu, tempat Dhaos tiba dari pertempuran sebelumnya, empat pejuang lainnya telah menanti kedatangan Dhaos. Kedatangannya telah diduga oleh penerus empat pejuang yang pernah menekan mundur dirinya. Sayang Dhaos telah menghabiskan sisa tenaganya hingga tak mampu lagi melawan. Dengan mudah dia diringkus dan disegel oleh para pejuang itu. Menyisakan dua buah kalung jimat sebagai kuncinya. Dunia kembali damai tanpa keberadaan Dhaos. Setidaknya untuk sementa...