Skip to main content

TALES OF PHANTASIA


Prolog


Di waktu yang tak diketahui. Keadaan yang cukup pelik menekan Dhaos ketika dia menghadapi empat pejuang tangguh yang bertujuan untuk mengalahkannya sekali untuk selamanya. Terdesak, Dhaos tidak mempunyai pilihan lain selain mundur dari pertarungan tersebut. Di saat-saat terakhir, dia melihat kesempatan. Dengan sisa kekuatannya, Dhaos menggunakan kemampuannya untuk melompati waktu, menuju masa yang lebih jauh ke depan. Dhaos berhasil menghindari pertarungan tersebut.

Namun, di waktu yang lain itu, tempat Dhaos tiba dari pertempuran sebelumnya, empat pejuang lainnya telah menanti kedatangan Dhaos. Kedatangannya telah diduga oleh penerus empat pejuang yang pernah menekan mundur dirinya. Sayang Dhaos telah menghabiskan sisa tenaganya hingga tak mampu lagi melawan. Dengan mudah dia diringkus dan disegel oleh para pejuang itu. Menyisakan dua buah kalung jimat sebagai kuncinya. Dunia kembali damai tanpa keberadaan Dhaos. Setidaknya untuk sementara waktu.

10 Years After


Toltus terbilang desa yang cukup damai. Di sana tinggallah seorang ahli pedang muda bernama Cress Albane. Dia hidup bersama ayah dan ibunya, Miguel Albane dan Maria. Cress pun memiliki teman baik bernama Chester Burklight, seorang pemanah, yang hidup berdua hanya dengan adik perempuannya, Amy.

Hari itu, Cress memiliki rencana untuk berburu ke hutan bersama Chester. Entah suatu keberuntungan keduanya tidak ada di Toltus, atau suatu kesialan. Toltus diserang. Desa yang tenang itu dihancurkan hingga porak poranda. Banyak korban berjatuhan. Pelakunya adalah seorang ksatria kegelapan bernama Mars Uldole bersama pasukannya. Tujuan utamanya hanya sebuah kalung. Sebuah kalung yang pasangannya telah ia miliki, yang kabarnya berada di Toltus.

Miguel yang berusaha melindungi Toltus terbunuh. Bahkan Maria, sekarat menunggu waktu. Amy pun meregang nyawa. Semua tragedi itu tidak diketahui Cress, pun Chester. Tidak sebelum mereka kembali dari perburuannya.

Another Hunt


Semua yang mereka ketahui. Semua yang lekat dalam ingatan mereka. Semua yang tersisa. Adalah tragedi yang begitu perih. Cress tak bisa berkata apa-apa melihat desa tercintanya tidak seperti biasa. Lain hal dengan Chester yang bergegas mencari Amy. 

Kemurkaan dan kepedihan Chester tampak begitu jelas melihat adik dan keluarga satu-satunya telah tiada. Sedangkan Cress cukup bersyukur mendapati sang ibu masih bernyawa, tapi tidak untuk waktu yang lama. Sebelum Maria menghembuskan nafas terakhirnya, dia menjelaskan pada Cress agar pergi menuju tempat pamannya karena dia tahu tujuan utama Mars.

Tapi Cress bersikeras dan berjanji untuk menghentikan Mars dan membalas perbuatan kejinya tersebut. Dia mengajak Chester ikut serta. Sayangnya Chester masih dalam masa berkabung. Meski telah pergi, Amy tetap keluarganya. Namun dia berjanji akan menyusul Cress secepat mungkin. Mengemban pesan terakhir sang ibu, Cress pun pergi menuju tempat pamannya dan bersiap memulai perburuannya menuju Euclid.

*
*
*

Father With Responsible


Sebagai kapten dari Euclid Independent Order of Knights, dan salah satu keturunan kelompok yang memukul mundur Dhaos, Miguel beserta timnya berhasil menyegel Dhaos. Keadaan mulai membaik sejak saat itu. Miguel pun memutuskan untuk pensiun dan menghabiskan sisa hidupnya bersama istrinya, Maria, yang juga berjuang bersamanya melawan Dhaos.

Keduanya memilih tinggal di Toltus. Dan kembali melanjutkan tugasnya sebagai orang tua. Mereka membesarkan Cress dengan bahagia. Tapi mereka tidak melupakan fakta bahwa salah satu kunci penyegel Dhaos juga menjadi tugas yang mereka emban. Saat Cress mulai beranjak remaja, Miguel pun mulai melatihnya berpedang. Alasanya agar jika terjadi sesuatu padanya atau Maria, Cress bisa melanjutkan tugas mereka menjaga kalung jimat yang menjadi kunci itu.

Selama melatih Cress, Miguel juga menempa sebuah pedang bernama Dark Blade. Pedang itu nantinya akan menjadi senjata yang kuat untuk Cress meneruskan tugasnya. Tepat di ulang tahun ke 15, Miguel menghadiahi Cress kalung jimat tersebut, namun tidak dengan tugasnya. Hingga suatu hari ia memutuskan untuk memberitahu anaknya tersebut.

Sayangnya, hari itu Cress berencana pergi berburu ke hutan bersama Chester. Jadi Miguel memutuskan untuk memberitahunya sepulang berburu nanti. Dan kedatangan Mars mengubah segalanya. Sebagai penggantinya, Miguel tidak menyangka bahwa Mars akan mengkhianati tugas sebagai seorang kapten dari Euclid Independent Order of Knights. 

Tidak sekali pun Miguel mengatakan keberadaan kalung tersebut. Ya. Hingga akhir hayatnya, Miguel tidak mengatakan apa pun. Bahkan pada Cress.

To be continued...


}{

Sumber :

http://aselia.wikia.com/wiki/Tales_of_Phantasia

Diceritakan kembali dengan gaya penulisan pribadi tanpa merubah inti cerita.

Comments

Popular posts from this blog

Why Tales Series

All About Tales Series Entah dengan yang lain. Bagi ku, Tales Series telah menjadi dongeng pertama yang membuat ku jatuh cinta pada genre fantasi. Berawal dari Tales of Eternia yang pernah ku mainkan di console PlayStation generasi pertama (yang kalau sudah tidak layak mata laser membaca cd game nya, harus dibuka dan diputar dulu kasetnya, dan segala mitos tentangnya*duh). Sayangnya semua harus terhenti di series ke tiga itu. Tentang Tales Series sendiri, dikembangkan oleh salah satu developer ternama di bidangnya, Bandai Namco (sebelumnya Namco Tales Studio/Wolf Team). Memulai debut di tahun 1995 dengan sang kreator Yoshiharu Gotanda. Yang membuatnya menakjubkan, Tales Series ini salah satu franchise yang rajin menelurkan kisah-kisah terbarunya hingga yang teranyar (Tales of The Rays, 2017), senada dengan franchise Final Fantasy Series. Bahkan, mengikuti perkembangan zaman, Tales Series pun merambah ke console android dan iOS. Nah, di android inilah ken...